Memuat...

Mujahid Menepis Peringatan Perjalanan Luar Negeri untuk Afghanistan sebagai Hal yang Tidak Beralasan

Hanin Mazaya
Sabtu, 7 November 2026 / 28 Jumadilawal 1448 16:49
Mujahid Menepis Peringatan Perjalanan Luar Negeri untuk Afghanistan sebagai Hal yang Tidak Beralasan
Zabiullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan. (Foto: Ariana News)

KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Imarah Islam menepis peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh sejumlah negara terkait Afghanistan sebagai sesuatu yang tidak berdasar, seraya menyatakan bahwa keamanan telah terjamin di seluruh negeri.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam Afghanistan mengatakan bahwa peringatan-peringatan tersebut dikeluarkan untuk menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran, padahal warga negara asing, wisatawan, jurnalis, serta pegawai organisasi internasional dapat bepergian dan bekerja di Afghanistan tanpa kendala, lansir Tolo News (6/11/2026).

Mujahid menyatakan: “Kami telah mendengar peringatan semacam ini selama beberapa tahun, namun dalam praktiknya, tidak ada seorang pun yang mengalami celaka. Hal ini menunjukkan bahwa peringatan tersebut mungkin dikeluarkan untuk menciptakan ketakutan, kekhawatiran, dan menyebarkan informasi yang keliru. Saya menjamin kepada semua pihak bahwa tidak ada seorang pun yang menghadapi bahaya di Afghanistan.”

Tahun ini, setidaknya lima negara—termasuk Amerika Serikat, Australia, Jerman, Kanada, dan Inggris—mengeluarkan peringatan perjalanan Level 4, yang mengimbau warga negara mereka untuk menghindari perjalanan ke Afghanistan dengan alasan adanya ancaman keamanan serta risiko penahanan dan penculikan.

Asadullah Nadim, seorang analis militer, berpendapat: “Keselamatan dan keamanan memang saling berkaitan, namun keduanya merupakan hal yang berbeda. Keamanan berarti tidak adanya perang, sementara keselamatan mencakup perlindungan pribadi dan terjaganya kebebasan individu—isu-isu yang sering disorot dalam pemberitaan media mengenai Afghanistan.”

Sadiq Shinwari, analis militer lainnya, mengatakan: “Peringatan perjalanan yang dikeluarkan oleh berbagai negara harus ditanggapi dengan serius serta ditelaah melalui penilaian intelijen dan keamanan. Langkah-langkah nyata perlu diambil untuk merespons kekhawatiran tersebut.”

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Informasi dan Kebudayaan mengungkapkan bahwa lebih dari 32.000 wisatawan asing telah mengunjungi berbagai objek wisata di Afghanistan selama lima tahun terakhir. (haninmazaya/arrahmah.id)