Memuat...

Noor Jalal: Sektor Kesehatan Afghanistan Masih Lemah

Hanin Mazaya
Sabtu, 7 November 2026 / 28 Jumadilawal 1448 17:11
Noor Jalal: Sektor Kesehatan Afghanistan Masih Lemah
Noor Jalal Jalali. (Foto: Ariana News)

WARDAK (Arrahmah.id) - Pembangunan rumah sakit berkapasitas 30 tempat tidur telah dimulai di distrik Chak, provinsi Maidan Wardak, dengan biaya hampir 55 juta afghani.

Dalam upacara peresmian, Menteri Kesehatan Masyarakat Noor Jalal Jalali menyatakan bahwa sektor kesehatan Afghanistan masih lebih lemah dibandingkan dengan negara-negara lain.

Ia menambahkan, meskipun terdapat bantuan keuangan yang signifikan dari luar negeri selama dua dekade terakhir, kualitas layanan kesehatan belum menunjukkan perbaikan akibat penyalahgunaan dana, lansir Tolo News (7/11/2026).

Menteri Kesehatan Masyarakat, Noor Jalal Jalali, mengatakan: “Ke mana pun kita pergi—baik ke negara tetangga, negara-negara Barat, maupun negara-negara Arab—kita melihat bahwa tidak ada negara yang tertinggal dalam hal layanan kesehatan separah Afghanistan. Meskipun sumber daya dan dana dalam jumlah besar telah masuk ke negara ini, seharusnya dana tersebut digunakan dengan tepat untuk membangun rumah sakit di ibu kota, pusat-pusat regional, dan berbagai provinsi. Kini, kami berupaya melakukan perbaikan dengan sumber daya yang sangat terbatas.”

Gubernur Maidan Wardak, Khairullah Khairkhwa, menuturkan: “Kami berupaya menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi masyarakat. Kami juga merupakan bagian dari komunitas ini, memahami kondisi kehidupan mereka, serta mengetahui berbagai masalah yang mereka hadapi.”

Menteri Kesehatan Masyarakat juga menyampaikan bahwa upaya sedang dilakukan untuk meningkatkan kualitas rumah sakit pemerintah yang sudah ada, guna menyediakan perawatan khusus bagi penderita kanker, penyakit ginjal, gangguan jantung, dan penyakit tidak menular lainnya. Dengan demikian, warga Afghanistan tidak perlu lagi pergi ke negara tetangga untuk mendapatkan perawatan medis.

Noor Jalal Jalali mengatakan: “Kami berencana membangun rumah sakit untuk menangani penyakit jantung pada orang dewasa. Tujuan kami adalah meningkatkan fasilitas rumah sakit yang ada di ibu kota agar dapat menyediakan layanan khusus, sehingga pasien yang selama ini harus pergi ke negara tetangga untuk berobat dapat memperoleh perawatan di dalam negeri.”

Pembangunan rumah sakit baru ini diperkirakan akan rampung dalam waktu 18 bulan, setelah itu rumah sakit tersebut akan mulai beroperasi.

Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat Maidan Wardak, Saeed Rahman Qadri, menjelaskan: “Ini adalah rumah sakit berkapasitas 30 tempat tidur yang dilengkapi dengan fasilitas lengkap, serta memiliki bangunan terpisah untuk layanan rawat jalan dan rawat inap. Rumah sakit ini akan menyediakan layanan bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan pediatri (kesehatan anak).” Noor Mohammad Amini, seorang warga distrik Chak, mengatakan: “Sebelumnya, kami harus menempuh perjalanan selama tiga jam untuk mencapai klinik pusat distrik, namun terkadang kami tetap kehilangan pasien karena kurangnya fasilitas medis.”

Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Maidan Wardak, saat ini terdapat 102 pusat layanan kesehatan dan rumah sakit yang beroperasi di seluruh provinsi tersebut.

Departemen tersebut menambahkan bahwa penduduk di 22 wilayah di Maidan Wardak masih menghadapi tantangan serius dalam mengakses layanan kesehatan. Meski demikian, berbagai upaya sedang dilakukan untuk memperluas layanan medis ke komunitas-komunitas yang belum mendapatkan layanan yang memadai ini. (haninmazaya/arrahmah.id)