Memuat...

Nasib Kapal Induk Tercanggih AS: 30 Jam Kebakaran, Kru Tidur di Lantai

Zarah Amala
Rabu, 18 Maret 2026 / 29 Ramadan 1447 11:00
Nasib Kapal Induk Tercanggih AS: 30 Jam Kebakaran, Kru Tidur di Lantai
Kapal induk AS USS Gerald R. Ford (Reuters)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Kapal induk tercanggih Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, dilaporkan mengalami insiden kebakaran hebat di tengah misi operasional Epic Fury melawan Iran. Laporan New York Times pada Rabu (18/3/2026) mengungkapkan bahwa api berkobar selama lebih dari 30 jam di bagian binatu utama kapal sebelum berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh para pelaut yang berjuang keras.

Meskipun Angkatan Laut AS menegaskan sistem penggerak kapal tetap berfungsi penuh, dampak internalnya cukup signifikan. Lebih dari 600 kru terpaksa mengungsi dari tempat tidur mereka dan tidur di lantai serta meja makan akibat asap pekat. Dua pelaut dilaporkan mengalami luka ringan dan beberapa lainnya mendapatkan perawatan akibat menghirup asap.

Api diduga berasal dari lubang ventilasi pengering pakaian di fasilitas binatu dan menyebar dengan cepat. Militer AS menegaskan insiden ini murni masalah teknis pemeliharaan dan tidak terkait dengan aksi pertempuran. USS Gerald R. Ford kini memasuki bulan ke-10 layanan terus-menerus tanpa jeda. Jika tetap berada di laut hingga pertengahan April, kapal ini akan memecahkan rekor penempatan terlama sejak era pasca-Perang Vietnam.

Kapal induk ini telah menjalankan operasi penerbangan jet tempur 24 jam sehari selama tiga pekan terakhir. Tekanan ini memaksa Angkatan Laut menunda jadwal perawatan menyeluruh yang seharusnya dilakukan awal tahun ini. Pakar maritim memperingatkan bahwa penempatan yang terlalu lama (hampir satu tahun) sangat menguras fisik 4.500 kru dan merusak kesiapan teknis kapal. Ada kemungkinan masa tugas mereka diperpanjang hingga Mei mendatang.

Mengingat kondisi Ford yang mulai mencapai batas kemampuannya, Pentagon dilaporkan tengah bersiap mengirim kapal induk USS George H.W. Bush ke wilayah tersebut sebagai pengganti potensial.

Sebelum dikirim ke Timur Tengah untuk menggempur Iran, USS Gerald R. Ford sempat bertugas di Karibia untuk mendukung kampanye tekanan Donald Trump terhadap Nikolas Maduro. Kini, kapal induk senilai miliaran dolar tersebut menjadi ujung tombak AS dalam konfrontasi yang kian memanas di Laut Merah dan Teluk, meskipun rentetan masalah pemeliharaan terus membayangi kecanggihannya. (zarahamala/arrahmah.id)