Memuat...

Warga Gaza Balas Aksi Lamine Yamal Saat Pawai Juara La Liga Spanyol

Hanoum
Jumat, 15 Mei 2026 / 28 Zulkaidah 1447 12:38
Warga Gaza Balas Aksi Lamine Yamal Saat Pawai Juara La Liga Spanyol
Lamine Yamal mengibarkan bendera Palesitna saat pawai BArcelona. [Foto: X]

GAZA (Arrahmah.id) -- Dukungan bintang muda Lamine Yamal terhadap Palestina memicu reaksi luas di Jalur Gaza. Warga Palestina membalas gestur pemain muda Barcelona itu dengan melukis mural wajahnya dan menyampaikan apresiasi atas dukungannya terhadap rakyat Gaza di tengah konflik berkepanjangan.

Perhatian publik muncul setelah Yamal terlihat mengibarkan bendera Palestina dan menunjukkan gestur solidaritas saat pawai tim sepakbola Barcelona yang menjuarai Liga sepakbola La Liga Spanyol. Aksi tersebut memicu perdebatan di dunia sepak bola internasional, namun juga mendapat sambutan hangat dari warga Palestina.

Menurut Reuters (15/5/2026), sejumlah seniman di Gaza melukis mural besar bergambar Yamal sebagai bentuk penghormatan terhadap dukungannya. Mural itu dibuat di tengah reruntuhan bangunan di Gaza dan menjadi simbol solidaritas antara warga Palestina dan atlet internasional.

“Lamine Yamal memberi kami harapan bahwa masih ada tokoh dunia yang peduli terhadap penderitaan rakyat Palestina,” ujar salah seorang seniman Gaza dalam wawancara yang dikutip Reuters.

Laporan Al Jazeera menyebut aksi Yamal memunculkan perdebatan di kalangan penggemar sepak bola Eropa. Sebagian mendukung kebebasan atlet menyuarakan solidaritas kemanusiaan, sementara pihak lain menilai pemain sepak bola sebaiknya tidak terlibat dalam isu politik internasional.

Meski demikian, popularitas Yamal di Palestina justru meningkat setelah gestur tersebut. Di beberapa wilayah Gaza, nama dan fotonya mulai banyak muncul dalam karya seni jalanan serta unggahan media sosial warga.

Pengamat olahraga internasional menilai fenomena ini menunjukkan semakin besarnya pengaruh atlet muda dalam isu global di luar sepak bola. Dukungan simbolik dari figur terkenal dinilai memiliki dampak besar terhadap opini publik internasional terkait konflik kemanusiaan. (hanoum/arrahmah.id)