Memuat...

Santri Geruduk Rumah Ridwan Kamil, Protes Ucapan Atalia Soal Ponpes Al-Khoziny

Ameera
Selasa, 14 Oktober 2025 / 23 Rabiulakhir 1447 21:38
Santri Geruduk Rumah Ridwan Kamil, Protes Ucapan Atalia Soal Ponpes Al-Khoziny
Santri Geruduk Rumah Ridwan Kamil, Protes Ucapan Atalia Soal Ponpes Al-Khoziny

BANDUNG (Arrahmah.id) - Sejumlah santri menggelar aksi di depan rumah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di kawasan Ciumbuleuit, Kota Bandung, Selasa (14/10/2025).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pernyataan anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya, istri Ridwan Kamil, yang meminta pemerintah mengkaji ulang penggunaan dana APBN untuk pembangunan kembali Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur.

Massa tiba sekitar pukul 15.25 WIB dengan menggunakan mobil dan melakukan long march menuju rumah Ridwan Kamil. Mereka membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Orator aksi menilai pernyataan Atalia telah menyinggung kalangan pesantren.

“Pernyataannya sensitif bagi pesantren dan para santri. Sejarah peradaban bangsa Indonesia merupakan peradaban yang dijalankan pesantren,” teriak salah satu orator di lokasi, dikutip dari detikJabar.

Koordinator Forum Santri Nusantara Bandung Raya, Riki Ramdan Fadila, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap Pondok Pesantren Al-Khoziny yang saat ini tengah menghadapi persoalan hukum dan sorotan publik.

“Ini dimulai dari satu respons dari legislatif yang punya pandangan atau membentuk opini terhadap pesantren di tengah masyarakat, seolah-olah telah terjadi pelanggaran berat di tubuh Pesantren Al-Khoziny. Hal ini menciptakan citra buruk bagi pesantren se-Indonesia,” ujar Riki kepada wartawan.

Ia juga menyinggung soal standar ganda dalam penggunaan istilah “pelanggaran berat”, dengan membandingkan kasus pesantren tersebut dengan tragedi Kanjuruhan dan pelanggaran HAM berat lainnya di Indonesia.

Selain mengecam pernyataan Atalia, para santri juga menuntut agar Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mencopot Atalia dari jabatannya sebagai anggota DPR RI.

“Kami meminta Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia untuk memecat Ibu Atalia dari jabatan sebagai anggota DPR RI karena pernyataannya telah menimbulkan kegaduhan dan dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan sosial serta konstitusi,” tegas Riki.

Sebelumnya, Atalia Praratya dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (10/10), meminta agar pemerintah mengkaji ulang usulan penggunaan dana APBN untuk pembangunan kembali Ponpes Al-Khoziny. Ia menilai mekanisme penggunaan dana negara harus dilakukan secara transparan dan berkeadilan.

“Usulan penggunaan APBN ini harus dikaji ulang dengan sangat serius, sambil memastikan proses hukum berjalan dan kebijakan ke depan lebih adil, lebih transparan, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” ujar Atalia.

Aksi santri di rumah Ridwan Kamil ini berlangsung tertib, meski dijaga aparat kepolisian. Hingga sore hari, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi sebelum akhirnya membubarkan diri dengan damai.

(ameera/arrahmah.id)