Memuat...

Sambut Idul Fitri, Asy Syaraa Naikan Gaji PNS Suriah 50%

Hanoum
Sabtu, 21 Maret 2026 / 2 Syawal 1447 05:10
Sambut Idul Fitri, Asy Syaraa Naikan Gaji PNS Suriah 50%
Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa memasuki masjid untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, 20 Maret 2026. [Foto: SANA]

DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa mengumumkan kenaikan gaji sebesar 50 persen bagi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai “hadiah” Idul Fitri, langkah yang dinilai sebagai upaya meringankan beban ekonomi warga di tengah krisis berkepanjangan.

Kebijakan tersebut, dilansir Saudi Gazette (20/3/2026), diumumkan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah dan berlaku bagi pekerja sektor publik serta pensiunan. Pemerintah menyebut kenaikan ini sebagai bagian dari paket kebijakan sosial untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang terus tergerus inflasi tinggi.

Menurut laporan Saudi Gazette, kenaikan gaji ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Suriah, negara yang ekonominya masih terpuruk akibat perang berkepanjangan dan sanksi internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah baru Suriah untuk membangun legitimasi publik setelah perubahan kepemimpinan. Sejumlah analis menilai kebijakan populis seperti kenaikan gaji menjadi instrumen penting untuk menjaga stabilitas sosial, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Namun demikian, para pengamat ekonomi mempertanyakan keberlanjutan kebijakan tersebut. Suriah masih menghadapi tekanan fiskal yang berat, termasuk defisit anggaran dan nilai mata uang yang lemah, sehingga kenaikan gaji berpotensi memperparah inflasi jika tidak diimbangi dengan peningkatan produksi dan stabilitas ekonomi.

Di sisi lain, lembaga internasional seperti Bank Dunia sebelumnya memperingatkan bahwa pemulihan ekonomi Suriah masih sangat rapuh, dengan sebagian besar penduduk hidup di bawah garis kemiskinan dan bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Dengan latar belakang tersebut, kebijakan kenaikan gaji ini dipandang sebagai langkah jangka pendek untuk meredakan tekanan sosial menjelang Idul Fitri, meskipun tantangan struktural ekonomi Suriah masih belum terselesaikan. (hanoum/arrahmah.id)