BRISBANE (Arrahmah.id) -- Seorang pria di Brisbane ditangkap setelah mengancam akan menembaki jamaah Muslim di sebuah masjid menggunakan senapan serbu AK-47, memicu kecaman atas meningkatnya sentimen anti-Muslim di Australia.
Insiden itu terjadi pada Ahad (11/5/2026), di Masjid Taqwa, kawasan Bald Hills, Brisbane. Saat itu puluhan jamaah tengah melaksanakan ibadah ketika seorang pria masuk ke area masjid dan mengaku memiliki senapan AK-47 di kendaraannya.
Menurut laporan The Guardian (11/5), pria tersebut mengancam akan menembaki jamaah yang berada di dalam masjid. Namun para jamaah tidak melarikan diri dan justru menghadapi pria tersebut hingga ia keluar dari area masjid sebelum polisi tiba di lokasi.
“Dia mengatakan memiliki AK-47 di mobilnya dan akan menembaki kami,” ujar salah seorang jamaah masjid sebagaimana dikutip The Guardian.
Polisi Queensland kemudian menangkap pria tersebut dan mendakwanya dengan sejumlah tuduhan, termasuk menciptakan gangguan publik dan mengganggu tempat ibadah. Otoritas menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Komunitas Muslim Australia mengecam keras ancaman tersebut dan menyebut insiden itu sebagai bagian dari meningkatnya Islamofobia di negara tersebut. Organisasi masyarakat sipil juga meminta pemerintah memperkuat perlindungan terhadap rumah ibadah dan minoritas agama.
“Masjid harus menjadi tempat aman bagi semua orang untuk beribadah tanpa rasa takut,” ujar perwakilan komunitas Muslim Brisbane kepada media lokal.
Menurut The Guardian, serangan verbal dan intimidasi terhadap komunitas Muslim di Australia meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah konflik global dan meningkatnya polarisasi politik terkait isu agama dan imigrasi.
Pihak kepolisian menyatakan penyelidikan masih berlangsung, termasuk untuk memastikan apakah tersangka benar-benar memiliki senjata api di kendaraannya saat kejadian berlangsung. (hanoum/arrahmah.id)
